
Menpar Arief Yahya menyebutkan, untuk pengembangan industri dan usaha pariwisata dapat diukur bukan lagi dengan 3 aspek, melainkan sudah improved menjadi 5P. Yaitu People, Planet, Profit yang berganti Prosperity, Peace dan Partnership.
“Profit diubah karena hanya menguntungkan di dalam saja, jika Prosperity menguntungkan di dalam dan di luar yang kaitannya dengan masyarakat. Bangun masyarakat dulu sebelum bangun usaha. Planet, jadi semakin lestari semakin memakmurkan dan Prosperity menjaga eksistensi,” terang Menpar Arief Yahya.
Tidak hanya itu, Menpar Arief juga kembali mengingatkan mengenai CEO commitment. membeberkan pariwisata Indonesia terkini. Menurutnya, peran CEO Commitment atau keberpihakan pemimpin daerah untuk sektor pariwisata itu paling penting. Dikatakannya, sustainable tourism mustahil terwujud bila tidak ada CEO commitment.
"Bila CEO daerah telah menempatkan pariwisata sebagai leading sector pembangunan, maka seluruh Kementerian dan Lembaga akan mendukung pengembangan infrastruktur pariwisata yang dimilikinya," kata Menpar Arief Yahya.
ISTA digelar sekaligus menjalankan Peraturan Menteri Pariwisata No. 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan. Penghargaan ini mengadopsi kriteria pariwisata berkelanjutan dari Global Sustainable Tourism Council (GSTC) sehingga dapat disebutkan sebagai ISTA GSTC Standard Recognition.
Puncak acara ISTA yaitu seremoni pemberian penghargaan kepada para pemenang ISTA pada 27 September 2019 mendatang di Jakarta. Bertepatan dengan rangkaian kegiatan Hari Pariwisata se-Dunia (World Tourism Day).
"Para pemenang ISTA 2017 juga akan diikutsertakan pada ASEAN Sustainable Tourism Award (ASTA) tahun 2019," tutup Menpar Arief
Peluncuran malam ini sekaligus dimulainya pendaftaran ISTA 2019. Diharapkan, peserta ISTA tahun ini meningkat. Tercatat, pada ISTA 2017 diikuti 96 peserta. Pada ISTA 2018 diikuti sebanyak 176 peserta.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News