
"Arts in Common percaya bahwa hari-hari ini, keragaman dan pencanggihan ekspresi seni rupa kontemporer sesungguhnya tetap menawarkan makna bersama yang kontekstual dengan dunia sehari-hari di sekitar kita. Selain itu, Arts in Common melihat bahwa ekspresi kesenian pada dasarnya adalah manifestasi dari kreativitas, sebagai sumber daya dalam individu manusia yang paling manusiawi yang seharusnya menjadi pengetahuan bersama," pungkasnya.
Pujian pun hadir dari Staff Ahli Menteri Bidang Multikultural Kemenpar, Esthy Reko Astuty. Menurut Esthy ArtJog secara konsisten memberikan sebuah bentuk event seni yang berkelas. Ini menjadikan ArtJog menjadi salah satu atraksi yang baik bagi pariwisata. Tak pelak ArtJog pun selalu mampu masuk dalam 100 Calendar of Event (CoE) Kemenpar.
"Terbukti ArtJog telah menjadi pelaksanaan yang ke 12 kalinya dan rutin setiap tahun digelar. Selain itu selalu mampu menyedot wisatawan serta pencinta seni untuk datang menikmatinya. Untuk itu ArtJog masuk kedalam Top 100 CoE Wonderful Indonesia," ujar Esthy yang juga Ketua Tim Pelaksana CoE Kemenpar itu.
Bagi Menteri Pariwisata Arief Yahya ArtJog bukanlah hanya sebuah pagelaran seni semata. Kehadirannya bagai sebuah pekan raya bagi para pencinta seni. ArtJog pun semakin memantapkan Jogja sebagai kota seni Indonesia.
"Setiap kali digelar ArtJog selalu ramai disesaki para pencinta seni, baik dari dalam maupun luar negeri. Selalu terjadi antrean panjang pengunjung yang ingin memasuki ruang pameran. Semua ingin menikmati ratusan karya seni, termasuk lukisan, gambar, patung, instalasi, foto, video, puisi, pertunjukan teater dan diskusi publik. Inilah keistimewaan ArtJog. Pokoknya jangan mengaku pencinta seni kalau tidak menghadiri ArtJog," papar Menteri asal Banyuwangi itu. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News