
Menurut laporan UNICEF, kendala yang dialami anak-anak seperti kurangnya ruang belajar yang kondusif di rumah, tekanan untuk melakukan pekerjaan rumah tangga, serta kurangnya dukungan teknis.
BACA JUGA: Pasien COVID-19 Global Sudah 4 Kali Jumlah Warga Singapura
Selain itu, PBB juga memperkirakan 1,5 miliar anak di seluruh dunia telah terpengaruh oleh kebijakan penutupan sekolah yang disebabkan oleh pandemi COVID-19.
Dalam kasus itu, Eropa lebih sedikit terpengaruh, dibandingkan negara-negara di benua lain seperti di Afrika atau sebagian Asia.
Terkait masalah ini, UNICEF mendesak pemerintah untuk memprioritaskan pembukaan kembali sekolah di lokasi yang sudah terbilang aman dari bahaya COVID-19.
Lembaga itu juga mendesak pemerintah untuk mengatur kompensasi pendidikan untuk mengganti waktu belajar yang hilang. (*)
Jangan lewatkan video populer ini:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News