
"Setiap digelar festival, masyarakat bisa langsung merasakan manfaatnya. Mulai menjual kerajinan tangan, kuliner hingga kebutuhan lainnya untuk ditawarkan ke pengunjung. Wisman datang menonton dan belanja, terjadi perputaran ekonomi langsung di sini," jelas Rizki.
Rizki menjelaskan, dari 19 pintu masuk perbatasan ke Indonesia, border Aruk yang berbatasan darat dengan Sarawak Malaysia berpotensi dapat menjadi salah satu penyumbang besar masuknya wisman crossborder yang ditargetkan mencapai 30%.
"Dari target 20 juta wisman tahun ini, 30% diharapkan dari crossborder. Dan PLBN Aruk menjadi salah satu penyumbang besar setelah Kepri," imbuh Rizki.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News