.webp)
GenPI.co - Budi daya magot kini menjadi solusi untuk pengurangan sampah organik di Jakarta. Cara itu wajib terus kembangkan supaya manfaat dapat terasa jelas.
Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat Marsigit menjelaskan, untuk produksi sampah di wilayah terbilang cukup tinggi. Sebab, dalam satu hari 200 ton sampah.
BACA JUGA: Budi Daya Magot Efektif Kurangi Sampah Organik
Untuk itu, sangat penting pengolahan sampah lebih dahulu sebelum di buang ke TPST Bantar Gebang. Apalagi, umur TPST tersebut diprediksi akan over load pada 2021, jika tidak ada pengurangan sampah dari sumbernya.
"Pengurangan sampah saat ini tidak hanya komposting dan bank sampah saja, sudah ada budi daya magot," ujarnya Kapada GenPI.co, Sabtu (18/7).
Saat budi daya magot di Jakarta Pusat sudah ada di delapan kecamatan, Marsigit berharap makin meluas di wilayahnya.
"Target sampai akhir tahun ini di 155 tempat pembuangan sementara (TPS) ada budi daya magot, untuk memusnakan sampah organik," ucapnya.
Menurutnya, rencana jangka panjang budi daya magot akan diberlakukan di setiap RW di Jakarta. Hal itu untuk partisipasi langsung masyarakat.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News