
Untuk jalur kereta api, pemerintahan Jokowi juga telah membangun jalur kereta api sepanjang 754,59 km spoor dan peningkatan dan rehabilitasi jalur sepanjang 413,6 km spoor.
Pembangun rel kereta api di luar pulau Jawa pun makin digencarkan. Salah satu usaha yang dilakukan adalah mempercepat pembangunan jalur KA yang akan menghubungkan Kota Makassar hingga Parepare sepanjang sepanjang 145 km.
Lebih lanjut, pembangunan Light Rail Transit (LTR) dilakukan di Jawa dan Sumatera Selatan. LTR Palembang dicanangkan melayani 13 stasiun per Oktober kemarin. Di daerah Jakarta, LRT dan Mass Rapid Transit (MRT) dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun 2019 mendatang.
Sementara, jalur laut juga dikebut. Total ada 27 pelabuhan baru yang dibangun oleh 4 BUMN pelabuhan. Termasuk di antaranya Pelabuhan Kuala Tanjung, dan Pelabuhan Makassar. Selain infrastruktur pelabuhan, pemerintah juga terus meningkatkan konektivitas antar pulau lewat Tol Laut.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, sektor pariwisata bagi Indonesia saat ini sudah menjadi core ekonomi yang menyumbang devisa sangat besar bagi perekonomian nasional. Menurutnya, meningkatkan aksesibilitas merupakan kebutuhan yang memang harus dipenuhi.
“Pemerintah terus meningkatkan pembangunan infrastruktur dan aksesibilitas pariwisata nasional yang tersebar dari wilayah barat hingga timur Indonesia. Hasilnya, devisa pariwisata pada 2017 tumbuh 14,77% dari 2016,” ujar Menpar Arief Yahya.
Ditambahkannya, sebagai core ekonomi, pariwisata Indonesia menjadi salah satu yang terbaik ditingkat regional. Peningkatan indeks daya saing berdasarkan data World Economic Forum (WEF), tahun 2013 Indonesia pada posisi 70, 2015 pada posisi 50, dan 2017 pada posisi 42, sedangkan target 2019 berada pada posisi 35.
“Tahun 2019, pariwisata Indonesia difavoritkan menjadi yang terbaik di kawasan regional, bahkan melampaui ASEAN,” kata Menpar Arief Yahya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News