
Untuk teknik seduh kopi french press, tiap barista membutuhkan alat khusus yang lebih modern. Alat ini terdiri dari tabung silinder, terbuat dari kaca atau plastik bening. Alat ini dilengkapi dengan logam atau tutup plastik, disertai kawat atau nilon mesh filter.
Demi mendapat rasa kopi yang nikmat, cara penyeduhan pun tak boleh asal. Suhu kopi harus pas, antara 90-95 derajat. Jika terlalu panas, kopi akan mengeluarkan rasa pahit. Sebaliknya, kalau air kurang panas, rasa kopi pun kurang enak.
Setelah bubuk kopi dimasukkan dalam french press, tuang air panas secukupnya antara 30-45 detik. Proses ini disebut blooming, untuk melepas gas karbon penghasil rasa pahit. Beberapa detik kemudian, tuangkan sisa air.
Lanjut ke Vietnam Drip, teknik ini menggunakan alat yang lebih sederhana. Berbahan stainless steel, belakangan alat ini cukup populer di Indonesia. Untuk penyeduhan, digunakan rasio perbandingan antara bubuk kopi dengan air. Umumnya, dalam 10 gram bubuk kopi dibutuhkan air sebanyak 120 ml. Idealnya, air yang digunakan bersuhu sekitar 92-95 derajat celcius.
Langkah penyeduhan, tuang terlebih dahulu air panas sebanyak 20 ml. Diamkan selama 20 detik, agar bubuk kopi terekstraksi sempurna. Selanjutnya, tuang semua air panas yang tersisa ke dalam filter, lalu tutup rapat. Proses penyeduhan berlangsung cukup lama, sekitar 4-5 menit. Setelah proses penyeduhan selesai, tekan bubuk kopi basah dengan plunger. Vietnam Drip siap dinikmati.
Pengamat kopi dari Universitas Sumatera Utara (USU) TM Gurning mengungkapkan, ada beberapa jenis kopi arabika yang dibudidayakan masyarakat setempat. Antara lain Mandailing, Karo, Gayo, Sidikalang, Lintong, Simalungun, dan Deli Serdang.
"Kopi merupakan komoditi ke tiga di Sumatera Utara, setelah sawit dan karet yang diekspor ke Belanda dan Amerika Serikat. Bagi penikmat kopi, seduhan kopi asli tanpa gula merupakan sebuah kenikmatan tersendiri," ujarnya.
Menurutnya, harga kopi di pasar dalam negeri saat ini cukup tinggi. Dalam bentuk biji, harganya bisa mencapai Rp38 ribu. Sedangkan dalam bentuk bubuk, bisa dijual dengan harga Rp75-100 ribu.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News