
"Indonesia sebagai negara yang memiliki potensi alam dan budaya sebagai andalan pariwisata, maka ekowisata menjadi prioritas dalam pemasaran pariwisata nasional. Ekowisata merupakan berkah alam sebagai produk wisata yang berkaitan dengan aspek konservasi, edukasi dan pariwisata yang berkelanjutan yang diharapkan mensejahterakan masyarakat lokal," paparnya.
"Untuk itu dibutuhkan kordinasi dan sinergi dalam pengembangan ekowisata. Sebagai wujud pariwisata prioritas nasional, maka saat ini dibangun semangat Indonesia Incorporated. Sinergi antar instansi dan lembaga dalam memajukan pariwisata.
Tak ketinggalan, Kepala Sub Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Air, Direktorat PJLHK, Widada menyampaikan, jika Indonesia memiliki lahan konservasi sekitar 27 juta hektar luasnya. Namun yang bisa di manfaatkan sebagai objek wisata adalah taman nasional dan taman wisata Alam. Di Indonesia sendiri ada 54 taman nasional dan 131 taman wisata alam.
"Dari 5 taman nasional yang ada di Indonesia, TNK ini adalah taman nasional pertama dan tertua. Intinya kawasan ini harus dimanfaatkan dan dilestarikan. Secara total, kita memiliki jumlah kawasan sebanyak 500. Perlu adanya pembangunan jaringan akses wisata dan fasilitas umum yang layak dan memadai," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pasir Panjang Haji Muchtar mengatakan, bahwa seluruh elemen masyarakat khususnya desa Pasir Panjang ini siap mendukung acara Bimtek ini sebagaimana yang telah direncanakan sebelumnya. Masyarakat Pasir Panjang tidak hanya jadi penonton, mereka siap menjadikan desa Pasir Panjang menjadi desa wisata. Karena dengan jadinya Desa Pasir Panjang sebagai desa wisata tentu akan menarik minat para investor untuk berinvestasi dan semakin banyak wisatawan datang, sehingga akan mengangkat perekonomian masyarakat desa Pasir panjang itu sendiri.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News