
"Tahun ini kami mengundang Laura Romano, seorang praktisi meditasi paguyuban kebatinan Sumarah, Romo Sudrijanto SJ dan Yudhi Widdiantoro untuk memimpin sesi yoga dan meditasi," imbuhnya.
BWCF adalah festival yang juga menggabungkan perayaan dunia literasi dan dunia seni pertunjukan. Untuk itu BWCF juga ingin memberi perhatian sedikit besar ke seni pertunjukan. Dengan tema 'Migrasi', BWCF bahkan mengundang para koreografer dan teaterawan nasional. Seperti Ery Mefri, Bimo Wiwohatmo, Melati Suryodarmo dan Katsura Kan. Ada juga Miroto, Cok Sawitri, Toni Broer & Katia Engel, Jarot B Darsono, Yusril Katili dan Anwari.
Mereka diberikan kebebasan menafsirkan hal-hal yang berkenaan dengan “pengembaraan” dalam pementasan karya di panggung Aksobhya, Candi Borobudur.
"Catatan-catatan sejarah pelawat asing ini menjadi pemantik yang membentuk bangsa Indonesia. Ini menjadi sebuah pembahasan yang menarik untuk diangkat. Baik itu lewat sastra maupun pertunjukan," pungkasnya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News