
Pacuan kuda tradisional Crossborder Timor Tengah Utara (TTU) pada Minggu (21/10) di Kefamenanu berlangsung seru. Sebanyak 113 ekor kuda adu ceat cepat di arena pacuan km 9 Kota Kefamenanu itu.
Penonton pun tak kalah membeludak. Ada 5000 penonton dan 200 wisman asal Timor Leste yang memenuhi tempat itu. Mereka larut dalam keseruan yang disajikan oleh derap kuda-kuda itu
Pada penutupan Minggu kemarin, Juara umum di raih tim tuan rumah TTU dan disusul oleh tim pacuan kuda dari Kupang. Posisi ketiga diraih Rote, Malaka di posisi keempat dan Timor Leste berada di posisi kelima
Seksi Perlombaan Pacuan Kuda Crossborder TTU, Benhur Malekak, tuan rumah meraih gelar juara umum setelah memenangkan beberapa kelas dari total sepuluh kelas yang dipertandingkan
“Persaingan lomba memang sangat ketat, TTU meraih juara 1 pada kelas lokal A, Kelas Nasional A dan kelas Nasional AA, selebihnya di posisi kedua, tiga dan empat,” sebut Benhur, selesai pertandingan semua kelas di final.
Tambah Benhur, untuk kelas yang paling bergengsi, kelas A Super, direbut kuda bernama Golden Dragon dari Rote.
"Kuda milik Hj. Sugi Azhari ini berhasil paling cepat dan meraih gelar paling bergengsi mengalahkan kuda lainnya. Diamond dari TTU, Janeta dari Kupang dan One Heart asal TTU menyusul dibelakangnya," lanjut pria yang sehari harinya berprofesi sebagai dokter gigi itu
Bupati TTU Raymundus Sau Fernandez hadir dalam partai itu mengatakan, pacuan kuda di Km 9 Kefamenanu yang sudah menjadi kalender tetap ini akan dinaikkan levelnya .
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News