Catatan Dahlan Iskan: Kloning Javier

Catatan Dahlan Iskan: Kloning Javier - GenPI.co
Dahlan Iskan. Foto: Disway

Javier adalah presiden tipping point. Ia dapat julukan "gila". Jalan pikirannya tidak biasa. Potongan rambutnya acak-acak seperti penyanyi rock.

Cita-citanya menjadi kiper terbaik. Ia berhasil jadi kiper klub sepak bola divisi dua Argentina, tapi mentok di situ. Umur 18 tahun gantung sepatu.

Ia terpanggil menjadi capres karena sudah tidak tahan melihat kemerosotan ekonomi negara. Sudah 40 tahun Argentina ganti-ganti presiden tidak ada yang membawa perbaikan.

BACA JUGA:  Catatan Dahlan Iskan: Sumur Tua

Ekonomi Argentina terus merosot. Rakyat yang miskin sudah mencapai 40 persen. Mereka tinggal di kampung-kampung kumuh. Tanpa jalan aspal. Tanpa listrik. Tanpa air bersih.

Kampung miskin seperti itu di sana disebut villas miseria.

BACA JUGA:  Catatan Dahlan Iskan: Walk Out

Polisi pun tidak mampu menegakkan keamanan di perkampungan miskin itu. Yang subur adalah gangster-gangster. Preman.

Umumnya orang Argentina masih mengagungkan masa lalu: sebagai negara termakmur di dunia. Lebih kaya daripada Amerika Serikat saat itu.

BACA JUGA:  Catatan Dahlan Iskan: Awan Capung

Argentina pun menjadi tujuan imigran Eropa paling utama –mirip orang ingin jadi imigran ke Amerika Serikat saat ini.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Berita Sebelumnya
Berita Selanjutnya