
“Pelibatan alim ulama dalam penyadaran kehidupan berpancasila itu penting sehingga yang masih terpengaruh narasi khilafah menjadi berkurang dan akhirnya tidak ada,” kata Hendri Satrio.
Hensat menilai konsep moderasi beragama yang selama ini diusung Pemerintah adalah cara yang efektif dalam menjembatani berbagai perbedaan masyarakat.
Menurutnya, moderasi beragama artinya saling menghormati agama lain dan kemudian bertoleransi terhadap ajaran-ajarannya.
BACA JUGA: Tantangan Pancasila: Menghadapi Intoleransi dengan Berbagai Wajah di Indonesia
“Tanpa ada kesadaran untuk menjalankan moderasi beragama, Indonesia yang memang beraneka ragam suku, bangsa, dan agamanya ini menjadi sulit untuk dipertahankan,” ujar Hendri Satrio.
Hendri Satrio mengatakan narasi khilafah bermunculan karena masih ada ketimpangan sosial dan ekonomi di tengah masyarakat.
BACA JUGA: Alissa Wahid: Pancasila Konstitusi Pemersatu Bangsa Melawan Intoleransi dan Ekstremisme
“Cara paling efektif ialah pemenuhan kebutuhan ekonomi sehingga masyarakat lebih sejahtera,” ujar dia.
Menurut Hendri Satrio, tingkat kepercayaan terhadap Pancasila akan makin besar ketika masyarakat sejahtera.
BACA JUGA: Kemenpora Laksanakan Upacara Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila
“Dengan demikian, mereka tidak lagi perlu mencari ideologi-ideologi lain, ajaran-ajaran lain, dan hal-hal lain yang tidak ada kaitannya dengan Pancasila, termasuk khilafah,” kata Hendri Satrio. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News