Pemasangan Chattra Stupa Induk Candi Borobudur Picu Polemik

Pemasangan Chattra Stupa Induk Candi Borobudur Picu Polemik - GenPI.co
Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (17/8/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Anis Efizudin/rwa/am)

GenPI.co - Rencana pemasangan instalasi chattra atau payung di stupa induk Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, mendatangkan polemik.

Sejumlah tokoh masyarakat Desa Borobudur meminta agar pemasangan Chattra stupa induk Candi Borobudur ditunda.

Mereka khawatir terhadap nilai sejarah dan keaslian Candi Borobudur dan diperlukan kajian yang mendalam.

BACA JUGA:  Didukung Warga, Siti Atikoh Istri Ganjar Pranowo Selesaikan Borobudur Marathon 42 KM

Lukman Fauzi Mudasir, Koordinator Daya Desa Borobudur mengatakan, pemasangan Chatrra dinilai buru-buru dan dipaksakan.

Dia menyebut semestinya pemasangan bebatuan candi diperlukan kajian yang mendalam.

BACA JUGA:  Waisak Bantu Bangkitkan Ekonomi Pariwisata di Borobudur, Kata Menparekraf

“Candi Borobudur tidak hanya simbol spiritual bagi umat Buddha. Melainkan, merupakan warisan budaya yang penting bagi seluruh dunia. Untuk itu, segala bentuk intervensi terhadap Borobudur harus dilakukan dengan kehati-hatian. Termasuk melakukan kajian dan penelitian yang mendalam, dan disesuaikan kaidah sejarah dan arkeologi,” kata dia, dikutip beritamagelang.id, Jumat (13/9).

Sebagai informasi, pemasangan Chatrra di stupa induk Candi Borobudur tetap akan dilaksanakan dan diresmikan pada 18 September 2024 mendatang.

BACA JUGA:  Menag Yaqut dan Menko Marves Luhut Pandjaitan Akan Bikin Borobudur Makin Megah

"Dari hasil kajian oleh BRIN menyebutkan, kekuatan struktur stupa induk candi sangat lemah dan sangat berbahaya bila Chatrra tetap dipasang," papar Koordinator Museum Dan Cagar Budaya (MCB) Unit Borobudur, Wiwit Kasiyati.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Berita Sebelumnya
Berita Selanjutnya