Catatan Dahlan Iskan: Momentum Tol

Catatan Dahlan Iskan: Momentum Tol - GenPI.co
Dahlan Iskan. Foto: Disway

Kalau saja jalan tol ini dibangun di utara makam, mungkin air di sekitar tanah makam akan menghilang. Fungsi lain jalan tol ini adalah tanggul laut. Semua yang di selatan tol tidak lagi tergenang.

Tapi kalau tol dibangun di utara makam biayanya bisa lebih mahal dari makam itu sendiri.

Lalu apa lagi yang bisa dilihat di sebelah utara tol?

BACA JUGA:  Catatan Dahlan Iskan: Pipa Pipih

"Akan ada rest area yang terindah di Indonesia," ujar Pramusinto SE MM. Ia direktur keuangan dan manajemen risiko di perusahaan yang membangun satu ruas di tol Semarang-Sayung.

Perusahaan yang membangunnya adalah PT PPSD (Pembangunan Perumahan Tol Semarang Demak), anak perusahaan BUMN PT PP.

BACA JUGA:  Catatan Dahlan Iskan: Tanah Timbul

Kini Pramusinto lagi menempuh S3 di Universitas Islam Indonesia. Di bidang manajemen, khususnya di sumber daya manusia untuk jalan tol.

Waktu di SMPN 5 Yogyakarta, Pramusinto satu bangku dengan Anies Baswedan. Di SMAN 8 Delayota, Yogyakarta ia sekelas dengan Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo, MSi.

BACA JUGA:  Catatan Dahlan Iskan: Rahasia Haniyeh

Lalu ia kuliah S1 akuntansi di UII dan S2 MM di Universitas Andalas, Padang. Yakni saat ia mendapat penugasan PT Wijaya Karya di wilayah Sumatera. Proyek yang ia ikuti adalah pembangunan PLTU Ombilin, pembangunan jalan Solok, terowongan danau Singkarak, bypass Bukittinggi, rel kereta api Teluk Bayur - Sawahlunto dan pengendalian banjir di Padang. Termasuk proyek di Semen Padang.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Berita Sebelumnya
Berita Selanjutnya