
GenPI.co - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyusun peta kawasan risiko bencana banjir lahar dingin Gunung Marapi, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar).
Kepala BNPB Letnan Jenderal Suharyanto mengatakan peta kawasan risiko bencana dibuat sebagai pedoman pemerintah setempat maupun masyarakat saat mendirikan bangunan.
"Kami sudah menyusun peta kawasan risiko bencana dan telah menyebarkannya ke pemerintah daerah," kata dia, dikutip Selasa (21/5).
BACA JUGA: Antisipasi Banjir Susulan, BNPB Lanjutkan Modifikasi Cuaca di Sekitar Gunung Marapi
Suharyanto membeberkan telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi bencana khususnya di daerah yang terdampak.
"Jadi, setiap ada pembangunan maka harus memerhatikan peta kawasan risiko bencana ini," imbuh dia.
BACA JUGA: Korban Meninggal Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi Jadi 67 Orang
Mitigasi tersebut di antaranya membersihkan aliran 18 sungai yang berhulu dari Gunung Marapi.
Langkah ini bertujuan apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi atau banjir lahar dingin, maka tidak mengakibatkan banjir bandang susulan.
BACA JUGA: Mensos Risma Minta Warga Korban Banjir di Sumbar Diungsikan ke Lokasi yang Lebih Aman
Menurut dia, masih terdapat sejumlah titik penumpukan material yang dapat memicu banjir bandang.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News