Suhu di Indonesia Naik 5 Derajat di Atas Rata-Rata, BMKG: Bukan Gelombang Panas

Suhu di Indonesia Naik 5 Derajat di Atas Rata-Rata, BMKG: Bukan Gelombang Panas - GenPI.co
Sejumlah warga mengunjungi Monumen Nasional (Monas) di Jakarta Pusat, DKI Jakarta yang masih diselimuti kabut polusi udara, Kamis (7/12/2023). (Foto: ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo)

GenPI.co - Fenomena udara panas yang melanda Indonesia beberapa hari terakhir bukan merupakan gelombang panas atau heatwave.

Deputi Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan selama 24 jam terakhir suhu sebagian besar wilayah Indonesia meningkat sebesar 5 derajat di atas suhu rata-rata maksimum harian.

“Jika ditinjau secara karakteristik fenomena, maupun secara indikator statistik pengamatan suhu kita tidak termasuk ke dalam kategori heatwave, karena tidak memenuhi persyaratan sebagai gelombang panas,” kata dia, dikutip Jumat (3/5).

BACA JUGA:  BMKG: Sebagian Ibu Kota Provinsi Diguyur Hujan Disertai Petir

Guswanto menjelaskan peningkatan suhu melanda mulai dari Jayapura, Papua (35,6 celsius), Surabaya, Jawa Timur (35,4 celsius), Palangka Raya, Kalimantan Tengah (35,3 celsius), Pekanbaru- Melawi, Kalimantan Barat- Sabang, Aceh dan DKI Jakarta (34,4 celsius).

"Secara karakteristik suhu panas terik harian yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat dari adanya gerak semu matahari," papar dia.

BACA JUGA:  BMKG: 26 Provinsi Diprakirakan Diguyur Hujan Lebat

Menurut dia, peningkatan suhu itu tidak sama dengan =yang dialami sejumlah negara Asia lain seperti Myanmar, Thailand, India, Bangladesh, Nepal, dan China.

Temperatur suhu di negara tersebut mencapai titk maksimal sebesar 41,9 celsius – 44,6 celsius.

BACA JUGA:  BMKG: Hati-Hati Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan Indonesia

Hal ini berdasarkan laporan rekapitulasi temperatur lembaga Global Deterministic Prediction Sistem, Environment and Climate Chage Canada beberapa hari terakhir.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Berita Sebelumnya
Berita Selanjutnya