Catatan Dahlan Iskan: Batu Ampar

Catatan Dahlan Iskan: Batu Ampar - GenPI.co
Dahlan Iskan. Foto: Disway

Otorita Batam bukan tidak berbuat apa-apa. Otorita sudah menambah panjang dermaga lama. Sejak 10 tahun lalu. Sudah jadi. Kedalaman di dermaga baru itu bisa 12 meter –kalau dikeruk. Pengerukan sudah dilakukan: Baru berhasil membuat kedalaman 10 meter. Lalu terhenti.

Dermaga baru itu seharusnya sudah bisa dimanfaatkan sejak 10 tahun lalu. Tapi dibiarkan menganggur. Kalau pun ada kapal tidak bisa berfungsi: tidak ada crane-nya.

Memang aneh. Bisa membangun dermaga yang mahal tidak bisa membeli crane modern. Harga satu crane memang bisa mencapai Rp 8 miliar. Tapi tanpa crane yang modern dermaga akan terus menganggur.

BACA JUGA:  Catatan Dahlan Iskan: Mimpi Sungai

Arham akan meneruskan pengerukan itu. Sampai kedalamannya benar-benar menjadi 12 meter. Crane terus ditambah. Tahun 2028 nanti pelabuhan Batu Ampar sudah bisa memiliki kapasitas 1,6 juta TEUS –dari yang sekarang 550.000 TEUS.

Bahkan di tahun 2030 dermaga baru lagi selesai dibangun. Di sebelah kanan dermaga yang sekarang. Kedalamannya bisa 16 meter. Saat itulah nanti Arham-Iqbal merencanakan kapasitas Batu Ampar mencapai 8 juta TEUS. Lebih besar pun dari Tanjung Priok sekarang.

BACA JUGA:  Catatan Dahlan Iskan soal Jokowi dan Ganjar Pranowo: Catat Sejarah

Saya tahu: dulu-dulu pemerintah terombang-ambing oleh banyaknya gagasan. Membangun pelabuhan besar di kawasan itu perlu. Tapi di mana. Seperti bingung. 

Kalau mau membangun pelabuhan yang besar jangan di Batam. Tidak mungkin. Lahan pantainya sudah habis dibagi-bagi. Pelabuhan besar perlu dukungan lahan luas. Tidak ada lagi lahan seluas itu.

BACA JUGA:  Catatan Dahlan Iskan: Tungku Sigit

Lebih baik membangun di sekitar Dumai saja. Masih banyak lahan di sana. Toh posisinya juga di bibir Selat Melaka.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Berita Sebelumnya
Berita Selanjutnya