Catatan Dahlan Iskan: Perangkat Desa

Catatan Dahlan Iskan: Perangkat Desa - GenPI.co
Dahlan Iskan. Foto: Ricardo/JPNN.com

Pertanyaan terakhir saya: siapa di antara perangkat desa yang pernah menulis satu bulan satu kali? Diam. Tiga bulan sekali? Diam. Setahun sekali? Diam.

Syukurlah saya tidak jadi ceramah cara-cara menulis yang baik. Mengajarkan bagaimana menulis yang baik tidak tepat ditujukan kepada orang yang belum pernah menulis.

Dalam sesi tanya jawab seorang ibu muda unjuk tangan. Cantik sekali. Kelihatan cerdas. Rautnya menunjukkan wajah cendekia. Dia naik panggung. Saya terharu dengan apa yang dia kemukakan. Apalagi di wajahnyi tampak seperti mau menangis.

BACA JUGA:  Catatan Dahlan Iskan soal Donald Trump: Tegur Jesus

"Perangkat desa itu bebannya sangat berat. Apakah kami masih harus diberi beban tambahan menulis?" katanyi.

Saya peluk pundaknyi. Kata-katanyi menyadarkan saya: "betapa berat bebat perangkat desa", kata saya. Hampir semua menteri punya program di desa. Hampir semua dinas provinsi punya program di desa. Pun kabupaten. Semua itu, sampai di desa, pelaksananya hanya satu: perangkat desa. 

BACA JUGA:  Catatan Dahlan Iskan: Peradilan Bisnis

Bersyukur lagi saya tidak mengajarkan cara-cara menulis. Apa yang disampaikan si cantik nan cerdas itu seperti mewakili perasaan semua perangkat desa yang hadir.

Maka kami pun mengambil kesimpulan: cukuplah kalau website itu diabdikan sebagai saluran anak-anak dan remaja di desa. Ditambah sebagai marketplace desa.

BACA JUGA:  Catatan Dahlan Iskan: Stereo Alor

Siapa tahu kelak lahir penulis-penulis hebat seperti yang terlihat di kolom komentar Disway. Siapa tahu pula akan lahir banyak Haji Sam dari desa mereka. (Dahlan Iskan)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Berita Sebelumnya
Berita Selanjutnya