
Saya anggap kesepakatan soal tabasheer ini sama penting dengan kesepakatan soal porang. Khususnya porang yang sudah diolah menjadi tepung.
Petani porang kini boleh merasa lega bahwa keluhan soal jatuhnya harga porang dapat muara. Sampai dibawa oleh Presiden Jokowi ke pertemuan begitu tinggi.
Tinggal bagaimana industri tepung porang bisa berkembang. Agar Indonesia tidak hanya bisa ekspor porang dalam bentuk kripik.
BACA JUGA: Catatan Dahlan Iskan: Agama Arkeolog
Itu lebih menyangkut teknologi. Petani tidak bisa turun tangan. Pembuatan tepung porang berbeda dengan membuat tepung terigu.
Dalam proses itu diperlukan teknologi yang bisa menghilangkan zat tertentu yang kalau termakan terasa gatal.
BACA JUGA: Catatan Dahlan Iskan: Masuk Surga
Sahabat muda Disway seperti Hamzah sudah mampu membuat mesinnya. Tinggal ia tidak punya cukup modal. Hamzah sudah membuktikan mampu membangun pabrik pembuat tepung karagenan yang bahan bakunya rumput laut.
Mutu tepung karagenannya setara dengan buatan mesin dari Jepang. Sudah lebih 10 tahun pabrik karagenannya itu berjalan baik. Di Pasuruan, Jatim.
BACA JUGA: Catatan Dahlan Iskan: Pantai Melayu
Hamzah bisa jadi ujung tombak untuk merealisasikan pertemuan tingkat tinggi di Chengdu itu.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News