
GenPI.co - Sedikitnya 13 rumah terancam adanya tanah retak di Ponorogo, Jawa Timur tepatnya di Desa bekirig, Kecamatan Pulung.
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo Sapto Jatmiko mengatakan petugas terus memantau perkembangan tanah retak atau likuifaksi.
“Ada beberapa tambahan retak sporadic di beberapa lokasi,” katanya dikutip dari Antara, Sabtu (13/5).
BACA JUGA: 2 Siswa Ponorogo Diterima di 8 Perguruan Tinggi Luar Negeri Ternama
Sapto mengungkapkan kondisi tersebut berdampak pada bangunan rumah warga yang semakin parah.
“Tambahan keretakannya sampai lima centimeter baik lebar maupun turunnya,” tuturnya.
BACA JUGA: Budaya Asli Indonesia, Reog Ponorogo Segera Didaftarkan ke UNESCO
Tanah retak tersebut sebenarnya sudah berlangsung sejak 2018 silam, dan sempat terhenti. Kemudian pada 30 Maret 2023 kembali muncul seiring tingginya curah hujan.
“Ada enam lokasi dipatok untuk memudahkan pemantaukan,” ujarnya.
BACA JUGA: Kasus Izajah Palsu, Begini Kata Bupati Ponorogo
Sedikitnya 13 rumah yang retak akibat kondisi tersebut. Warga saat ini masih belum diimbau mengungsi.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News