
Dengan demikian, para siswa kelak mereka dapat menjalani kehidupan masyarakat yang beragam.
"Dengan kegiatan ini, kami mengajak anak-anak untuk menjunjung tinggi toleransi dan sekaligus mempunyai rasa memiliki terhadap PL (Pangudi Luhur) ini," ujar Bayu.
Dalam lomba azan dan baca Alauran itu, SMK Pangudi Luhur mendatangkan dua juri, yakni Gus Nurul Huda yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Misbahu Zulam Bendan dan Ustaz Muhammad Arifin (guru ngaji dari Karangwatu, Kecamatan Muntilan). (hari atmoko/ant)
Simak video menarik berikut:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News