
Heti Kustrianingsih mengungkapkan bahwa kondisi tersebut dialami sebagian besar guru kategori prioritas (P1) yang tidak membuat resume.
"Saya tidak resume saat pendaftaran PPPK Guru 2022 karena tidak ada kewajiban," jelas Heti Kustrianingsih kepada JPNN.com, Minggu (12/3/2023).
Namun, saat Heti Kustrianingsih dan kawan-kawannya ingin menyanggah, mereka tidak bisa melakukannya.
BACA JUGA: Ribuan Guru Lulus Seleksi PPPK Kecewa dan Menangis, Tidak Ada Harapan
Heti Kustrianingsih mengeklaim sudah mencoba menanyakan persoalan itu ke Badan Kepegawaian Negara (BKN), tetapi belum mendapatkan respons.
Menurut Heti Kustrianingsih, hal tersebut sangat merugikan peserta seleksi PPPK Guru 2022 dari kategori P1.
BACA JUGA: Honorer Makin Semringah, 543.300 Guru Sukses Jadi ASN PPPK
"Banyak P1 belum (membuat) resume tidak bisa menyanggah. BKN sebagai pembuat sistem seharusnya terbuka, jangan melempar tanggung jawab kepada Kemendikbudristek terus," kata Heti Kustrianingsih. (JPNN/GenPI.co)
Jangan lewatkan video populer ini:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News