
GenPI.co - Wacana penutupan Taman Nasional Komodo (TNK) Labuan Bajo terus bergulir. Kondisi ini membuat industri pariwisata ragu. Terutama untuk membuat paket perjalanan ke sana.
Hal tersebut tersebut disampaikan Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didin Djunaidi. Menurutnya, kondisi seperti ini tidak bisa didiamkan berlarut-larut.
“Kondisi ini akan merugikan industri pariwisata. Karena industri pariwisata tidak akan membuat paket perjalanan sebelum situasinya jelas. Yang pasti semua pihak akan dirugikan dengan kondisi ini,” papar Didin dalam keterangan tertulis yang diterima GenPI.co, Minggu (29/9).
Baca juga:
Soetta Masuk Top 10 Bandara Low-Cost Dunia
Pengamat: Relokasi Penduduk Asli Pulau Komodo Melanggar HAM
Menurutnya, paket perjalanan tidak mungkin dibuat instan. Butuh waktu untuk membuat serta mempromosikankanya ke wisatawan mancanegara.
“Paket wisata harus dibuat dalam kondisi terkini. Dan butuh waktu untuk mempromosikannya. Karena wisatawan mancanegara juga harus mengatur waktu perjalanan. Jadi tidak bisa sembarangan. Itulah kenapa industri butuh kepastian. Buat apa mereka membuat paket yang akhir tidak bisa dijual. Jelas merugikan,” paparnya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News