
GenPI.co - Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan apoteker memiliki kewajiban untuk meningkatkan literasi masyarakat, khususnya kesadaran soal konsumsi obat-obatan.
"Apoteker harus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bijak menggunakan obat. Literasi akan meningkatkan pemahaman masyarakat untuk memilih dan mengkonsumsi obat sesuai aturan," katanya di Bandung, Minggu (25/12/2022).
Yana menyebut era industri 4.0 telah mengubah paradigma tentang sejumlah profesi, termasuk profesi apoteker.
BACA JUGA: 5 Minuman Herbal Bisa Dijadikan Obat Sakit Tenggorokan, Khasiatnya Cespleng
Menurut dia, paradigma apoteker beralih dari "drug oriented" menjadi "patient oriented".
"Kegiatan pelayanan kefarmasian yang hanya berfokus pada pengelolaan obat sebagai komoditas, berubah orientasinya menjadi pelayanan yang secara komprehensif bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien," jelasnya.
BACA JUGA: Jelang Nataru, Satpol PP Kota Bandung Amankan 608 Botol Minol dan 504 Obat Terlarang
Dengan paradigma "patient oriented", apoteker harus meningkatkan kompetensi, pengetahuan, keterampilan, dan perilaku agar dapat melaksanakan interaksi langsung dengan pasien.
"Bentuk interaksi itu antara lain pemberian informasi obat dan monitoring penggunaan obat supaya hasil akhir pengobatan dapat tercapai," tuturnya.
BACA JUGA: Tekan Obat Sirop Berbahaya, GP Farmasi Minta BPOM Percepat Uji Obat
Sementara itu, Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kota Bandung Yena Iskandar mengatakan pihaknya memang memiliki tugas untuk membina, menyayomi, hingga memberdayakan.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News