
Melalui pemberitahuan tertulis di NASA Earth Observatory, teridentifikasi sebanyak 4.000 titik panas di Indonesia. Kebanyakan berada di Kalimantan dan Sumatra.
Selain itu, NASA juga menampilkan foto dari Operational Land Imager (OLI) pada satelit Landsat 8. Dalam gambar ini, lebih terlihat lagi kebakaran hutan di kawasan perkebunan kelapa sawit. Ini dilihat pada indikasi gelombang pendek infra merah yang diterapkan untuk memperlihatkan titik api.
Baca juga:
4 Wilayah di Riau Masih Diselimuti Kabut Asap
Kabut Asap di Palangka Raya Kian Bahaya, WALHI Desak Pemerintah
Selain itu, ada peta data karbon pada 17 September 2019 dari permodelan GEOS Forward Processing (GEOS-FP). Model ini menggabungkan data satelit, pesawat dan sistem observasi di darat untuk mengamati aerosol dan api. GEOS-FP memakai data meteorologi berupa suhu udara, kelembabab, angin.
Gambar keberadaan karbon organik di langit Indonesia. (Sumber foto: NASA Earth Observatory)
Tonton Video viral berikut:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News