Aruna Luncurkan Kampung Wisata dan Budidaya A Lobster Farm di Bali

Aruna Luncurkan Kampung Wisata dan Budidaya A Lobster Farm di Bali - GenPI.co
Aruna Luncurkan Kampung Wisata dan Budidaya A Lobster Farm di Bali. Foto: Dok. Aruna

Sebab, kata dia, lobster bisa kehabisan oksigen dan mati di tengah perjalanan.

Namun, dia menyebut lobster yang hendak diproses terlebih dahulu dibius terlebih dahulu dengan cara meletakkan bongkahan es di setiap sudut styrofoam.

"Es batu dengan suhu 15-20 Celcius berfungsi sebagai obat bius yang menghambat metabolisme tubuh lobster. Lobster akan terbius dalam waktu 10-13 menit untuk ukuran kecil dan 13-15 menit untuk yang besar," terangnya.

BACA JUGA:  Jadi Mitra Resmi G20, Plataran Dukung Pariwisata Berkelanjutan

Terkait packing lobster, Utari menerangkan jika lobster bergerak lambat atau cenderung diam, pasokan oksigen dalam styrofoam pun akan makin terjamin.

Menurut dia, lobster juga harus terus kering dalam packing.

BACA JUGA:  KKP Bidang Penyuluhan Berhasil Melatih 9.458 Warga Soal Perikanan

"Lobster juga harus ditaburi bubuk gergaji atau pasir sebelum dibungkus dengan koran. Begitu juga dengan es batu agar tak mudah meleleh,” tuturnya.

Utari juga menyampaikan es batu sebaiknya diproses dari air laut sehingga kemungkinan lobster mati atau reject menjadi lebih kecil.

BACA JUGA:  Produk Perikanan Indonesia Laris Manis di 138 Negara

"Jangan lupa untuk memasukkan aerator atau blower agar ketersediaan oksigen di dalam wadah tetap terjaga," ujarnya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Berita Sebelumnya
Berita Selanjutnya