
Hal itu merupakan langkah cepat aparat kepolisian dalam mengusut tuntas tragedi tersebut.
"Yang jelas kami serius dan usut tuntas tentunya. Kedepannya, penyelenggaraan dan pengamanan akan didiskusikan sehingga menjadi acuan dalam pengamanan," ujarnya.
Sebagai informasi, kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan pecah usai pendukung Arema memasuki lapangan karena kecewa tim yang dijagokannya kalah melawan Persebaya.
BACA JUGA: Soal Kanjuruhan, Mahfud MD Koordinasi dengan Kapolri dan Kapolda Jatim
Polisi pun meresponsnya dengan menembakkan gas air mata. Tak cuma terhadap pendukung yang memasuki lapangan, tetapi gas air mata juga ditembakkan ke arah tribun penonton. Hal itu pun memicu terjadinya kepanikan.
Akibatnya, massa berlarian sambil berdesak-desakan menuju pintu keluar. Beberapa mengalami sesak napas dan terinjak-injak hingga meninggal dunia. (*)
BACA JUGA: Polri Kirim Tim DVI ke Malang, Identifikasi Para Korban Tragedi Kanjuruhan
Simak video menarik berikut:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News