Ada Masjid Jin di Malang, Penasaran?

Ada Masjid Jin di Malang, Penasaran? - GenPI.co
masjid megah yang dijuluki masjid Jin

"Masjid ini mulai dibangun dari bawah tanah. Tepatnya di lantai tiga. Di situ terdapat sebuah tiang penyangga dari seluruh bangunan yang terbuat dari tanah liat. Satu tiang yang dibuat dari tanah liat itu yang menjadi roh atau kekuatan dari seluruh bangunan," ungkap pria yang akrab dipanggil Gus Ipung ini.

Lantai 1 sampai 4 digunakan sebagai tempat kegiatan para santri. Lantai 6 seperti ruang keluarga, sedangkan lantai 5,7,8 terdapat toko-toko kecil yang dikelola para santriwati. Toko-toko tersebut menjual berbagai macam makanan ringan yang dijual dengan harga murah. Selain itu ada juga barang-barang seperti pakaian, sarung, sajadah, jilbab, tasbih, dan lain sebagainya.

Meski gaya arsitekturnya tampak seperti  bangunan Timur Tengah, nyatanya tak ada arsitek yang merancang Masjid Tiban. Dikatakan Gus Ipung, adalah KH Achmad Bahru Mafdloludin Sholeh yang mendapatkan petunjuk membangun masjid ini lewat Salat Istikharah.

Masjid Tiban dibangun sedikit demi sedikit. Konsep yang diusung adalah ramah lingkungan. Masjid di lahan sekitar 6 hektar ini memang tak pernah berhenti proses pembangunannya.

Namun, Masjid Tiban bukanlah dibangun tentara jin. Masjid ini dibuat oleh para santri. Meski demikian, tak sedikit wisatawan yang penasaran dan akhirnya datang sendiri ke masjid ini

Untuk masuk ke masjid ini tidak di kenakan biaya apapun. Parkir kendaraan saja juga gratis. Hanya saja setiap pengunjung diminta untuk mengambil kartu masuk dan kartu keluarnya.

"Tujuan dari Romo Kiai Ahmad mendirikan ponpes ini tak lain untuk dikunjungi semua orang. Baik umat Islam maupun non Islam," pungkas Gus Ipung.

Masjid Tiban berada di daerah Turen. Yang tidak suka ribet, dari Malang bisa naik mobil carteran. Harganya sekitar Rp200 ribu-Rp300 ribu PP. Kalau mau yang lebih murah, angkutan umum adalah pilihannya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Berita Sebelumnya
Berita Selanjutnya