
Kedua, menjadikan 2023 sebagai tahun momentum untuk melaksanakan konsolidasi fiskal yang berkualitas.
Hal itu dilakukan agar pengelolaan fiskal tetap menjaga keseimbangan antara kemampuan countercyclical dengan upaya pengendalian risiko pembiayaan.
“Konsolidasi dan reformasi fiskal harus terus dilakukan secara menyeluruh, bertahap, dan terukur. Dimulai dari penguatan sisi pendapatan negara, perbaikan sisi belanja, dan pengelolaan pembiayaan yang hati-hati,” katanya.
BACA JUGA: 5 Agenda Besar Presiden Jokowi, Masyarakat Patut Bahagia
Presiden Jokowi juga menyebut reformasi fiskal di sisi penerimaan dijalankan dengan optimalisasi pendapatan yang ditempuh melalui penggalian potensi, perluasan basis perpajakan, peningkatan kepatuhan wajib pajak, dan optimalisasi pengelolaan aset, serta inovasi layanan.
“Dengan demikian, rasio perpajakan dapat meningkat dan memperkuat ruang fiskal, dengan tetap menjaga iklim investasi, keberlanjutan dunia usaha, dan melindungi daya beli masyarakat,” ujarnya. (ant)
BACA JUGA: Pengamat Sindir Keras Pidato Kenegaraan Jokowi, Begini Kalimatnya
Video heboh hari ini:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News