
GenPI.co - Tudingan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait eksploitasi anak yang dilakukan oleh Djarum Foundation, berujung pada penghentian Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis yang diselenggarakan yayasan tersebut pada tahun 2020.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Susy Susanti pun mempertanyakan tuduhan KPAI yang baru dilayangkan pada tahun 2019 ini. Padahal, PB Djarum sudah terbentuk sejak 50 tahun yang lalu.
"Pastinya pembinaan itu harus berkesinambungan, dan salah satu penyumbang atlet ke Pelatnas itu PB Djarum. Sebenarnya PB Djarum ini terbentuk sejak 50 tahun lalu, kenapa baru sekarang dipertanyakan?," tegas Susy dalam konferensi pers jelang Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 di Hotel Aston Purwokerto, dilansir dari laman pbdjarum.org.
Baca juga:
Sudah Cetak 11 Atlet Bultang Berprestasi, PB Djarum Eksploitasi?
Curhat Ahsan usai PB Djarum Setop Audisi Gegara Disemprit KPAI
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News