
Militer tidak bisa mengatur politisi di sana. Pemerintah juga tidak. Kementerian Pertahanan pun harus tunduk pada politik.
Sebenarnya kunjungan Pelosi itu dijadwalkan tahun lalu. Agustus. Heboh. Tegang. Berkeras. Ketegangan pun memuncak.
Saling ancam. Lalu reda sendiri. Kunjungan batal. Alasannya kuat: Covid lagi merajalela. Varian Delta menggila.
BACA JUGA: Catatan Dahlan Iskan soal Mobil Listrik: Juara Koleksi
Kini alasan serupa tidak ada lagi. Rencana baru sudah telanjur diumumkan. Setidaknya sudah bocor. Tolong. Bantu. Temukan alasan yang baru untuk membatalkannyi. Tanpa membuat malu Pelosi.
Sulitnya, di Amerika sedang menghadapi pemilu legislatif. Separuh anggota parlemen habis masa jabatan. Demikian juga separuh anggota senat.
BACA JUGA: Catatan Dahlan Iskan soal Jokowi ke Tiongkok: Pinggang Langsing
Harus dipilih yang baru. Atau dipilih kembali bagi yang ingin duduk lagi. Posisi Demokrat lagi terancam. Kalau gagal di pemilu nanti, Demokrat kehilangan mayoritas.
Demokrat perlu isu yang bisa membakar emosi pemilih. Isu melawan Tiongkok salah satu yang sangat seksi. Lewat dukungan kepada Taiwan.
BACA JUGA: Catatan Dahlan Iskan soal Peneliti Virus: Marah Harian
Pernah kelompok yang tidak ingin merdeka menang pemilu di Taiwan. Akan tetapi, belakangan ini kelompok yang ingin merdeka lagi berkuasa. Dengan tokohnya yang Anda sudah kenal: Tsai Ing-wen. Presiden Taiwan sekarang
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News