
Prof Mikra menulis juga tentang penyebab mengapa nasib perguruan tinggi kita seperti itu. Yang pertama, sama dengan pendapat Anda: anggaran riset yang super kecil.
Hanya 0,3 persen dari PDB. Turki 1,1 persen. Meksiko 0,9 persen. Tidak perlu dibandingkan dengan negara anggota G-20 yang maju.
Penyebab kedua, ini tumben Anda belum tahu, ilmuwan kita menjadi malas kalau sudah mendapat gelar profesor.
BACA JUGA: Catatan Dahlan Iskan soal Harga Sawit: Lebih Sulit
"Menjelang mendapat gelar bukan main gigihnya. Begitu tujuan tercapai bermalam-malas," tulisnya, kurang lebih.
Padahal, setelah jadi guru besar pun harusnya tidak berhenti melakukan penelitian Prof Mikra sendiri melakukan banyak penelitian.
BACA JUGA: Catatan Dahlan Iskan soal Shinzo Abe: Gunung Yamagami
Di samping soal solar cell, ia juga menemukan material coating untuk tiang pancang di daerah yang tanahnya lempung.
Ia juga meneliti air limbah agar bisa menjadi air minum. Lewat proses nano katalis. Bukan lewat nano membran seperti yang ditemukan guru besar ITB lain, Prof Dr I Gde Wenten.
BACA JUGA: Catatan Dahlan Iskan: Good Perfect
Material solar cell yang ditemukan Mikra itu belum ada di dunia saat ini. Bahan bakunya murah sekali. Ada di dalam negeri. Proses pembuatannya juga sederhana.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News