
"Kita ini menggunakan peralatan yang namanya underwater searching device, itulah inovasi kita. Yang kedua, menggunakan alat aqua eye, menggunakan detektor seperti radar," sambungnya.
Alat-alat yang digunakan Basarnas diakui bisa mendeteksi target, baik itu manusia maupun hewan.
Sementara itu, metode pencarian anak Ridwan Kamil masih manual di Swiss dengan menggunakan teropong kaca dinilai memiliki kelemahan ketika air sedang keruh sehingga tidak berfungsi dengan baik. (*)
BACA JUGA: Cerita Pengasuh Anak Ridwan Kamil Bikin Merinding, Sebut Firasat
Heboh..! Coba simak video ini:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News