
GenPI.co - Riset koordinator Yayasan Geutanyoe Affan Ramli meminta pemerintah melihat pengungsi luar negeri dari kacamata kemanusiaan.
Affan mengatakan Indonesia tak bisa saklek melihat permasalahan tersebut hanya dari sisi hukum formal semata.
"Pengungsi yang datang sering kali dalam kondisi yang buruk dan memprihatinkan," ujar Affan di Jakarta, Jumat (3/6).
BACA JUGA: Coba Mencapai Eropa, Lebih dari 3.000 Pengungsi Tewas di Laut
Affan mencontohkan pengungsi Rohingnya, hanya sekadar bisa keluar dari negaranya sendiri saja sudah sebuah pencapaian.
Dia mengatakan jika Indonesia terus mengedepankan kacamata hukum, pengungsi akan tetap jadi korban.
BACA JUGA: Pengunjung Mengeluh Taman Jajan Bintaro Padat Saat Weekend
"Memiliki dokumen keimigrasian lengkap itu hal tidak mungkin. Dengan sendirinya, mereka menjadi undocumented immigrant," tuturnya.
Di sisi lain, kata Affan, para pengungsi tersebut sudah sangat butuh akses kesehatan dan pendidikan yang layak.
BACA JUGA: Ditinggal Pengunjung, Kondisi Mal Blok M Memprihatinkan
Menurut dia, para pengungsi mayoritas merupakan perempuan dan anak-anak.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News