
Ukuran diameter lebih besar dari 150 mikrometer. Biasanya partikel tersebut akan dikeluarkan oleh tubuh, namun kemungkinan partikel yang lebih kecil bisa menembus dinding pencernaan masuk ke dalam aliran darah.
Setelah beredar tentang bahaya tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) langsung melakukan penelusuran dan saat ini sudah melaporkan penemuannya tersebut.
Menurut para ahli WHO tidak ada bukti partikel plastik berukuran mikro itu dapat berbahaya, namun hal tersebut masih belum dipastikan.
WHO juga mengungkapkan partikel mikro itu terjadi secara tak sengaja, saat tubuh meminum botol kemasan plastik atau juga saat botol dalam proses pengemasan. Menurut Bruce Gordon salah satu penulis penelitian itu mengungkapkan, agar tidak khawatir untuk mengonsumsi minuman kemasan.
"Kesimpulan keseluruhannya adalah konsumen tidak usah terlalu khawatir," katanya, mengutip dari laman DW.com.
Namun ia juga menyarankan agar tidak terlalu fokus pada masalah ini, melainkan harus fokus kepada mengalokasikan dana dan energi untuk menghilangkan bakteri dan virus yang risikonya jauh lebih besar dan lebih terbukti. Lebih dari 2 miliar orang tidak memiliki akses ke air minum yang tidak tercemar.
"Dengan data yang kami miliki, kami percaya bahwa risikonya rendah. Tetapi (kamu) tidak dapat mengatakan secara yakin bahwa tidak ada risiko di masa depan." ungkapnya.
Respons terbaik untuk masalah ini adalah manusia harus sadar mengurangi sampah plastik, dengan tempat yang ramah lingkungan serta menggunakan kantong daur ulang.
Simak video menarik berikut:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News