.webp)
GenPI.co - Ratusan ribu tanaman mangrove atau bakau di wilayah pesisir utara Kabupaten Karawang, Jawa Barat, tercemar minyak mentah milik Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).
"Sampai saat ini sudah ada 232.000 pohon yang terdampak limbah minyak mentah," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) setempat Wawan Setiawan, di Karawang, Selasa (20/8/2019).
Ia mengatakan, dalam menghitung dampak limbah minyak mentah terhadap tanaman bakau, satuannya bukan hektare. Tapi dihitung jumlah pohon yang terdampak.
BACA JUGA: Kunjungi Batam, Iriana Joko Widodo Tanam Mangrove
Sesuai dengan pendataan dan laporan yang diterima di lapangan, kata dia, satuannya bukan hektare tapi jumlah pohon yang terdampak.
Sementara itu, Ketua Karawang Explore, Hadid Suherman sebelumnya menyampaikan tumpahan minyak mentah dari sumur blok YYA-1 milik Pertamina mengancam terumbu karang, jika musim angin laut berubah arah.
BACA JUGA: Wisata ala Penggiat Lingkungan: Tanam Mangrove
"Saat ini angin laut masih mengarah ke wilayah barat, tetapi jika angin laut sudah mengarah ke wilayah timur, maka ancaman terhadap terumbu karang akan terjadi," kata dia.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News