
Anwar bahkan menegaskan kesalahpahaman itu bisa membuat tulisan halal terbaca menjadi haram.
“Misalnya, huruf lam di tengah bisa berubah menjadi ra. Lalu, huruf lam terakhir bisa terbaca menjadi mim. Tadinya halal, menjadi haram,” ungkapnya.
Menurut Anwar, logo halal terbaru telalu mengedepankan nilai-nilai artistik dan keindahan.
BACA JUGA: Logo Halal: Cebong Dungu Nilai Gus Yaqut Terinspirasi Uskup, Cek
“Memang terlihat indah, tetapi saat dibaca tidak langsung tertangkap bahwa itu tulisan halal. Kita terpaksa mengernyitkan jidat dulu untuk memahaminya,” tuturnya. (*)
Kalian wajib tonton video yang satu ini:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News