
Ih, dibilangin engga, katanya.
Suara televisi kamu gak kegedean, kan?
Lah, ini TV baru dinyalain, katanya dengan logat agak cadel.
Dia benar. TV baru dinyalakan. Baru ini. Artinya memang cuma aku yang mendengar. Sambil menemani adikku makan. Bulu kudukku merinding. Semoga ayah dan ibu cepat pulang.
-----------------------------
Bangun-bangun aku sudah di atas kasurku sendiri. WTF! Aku segera bergegas keluar sambil deg-degan. Sudah pagi rupanya, matahari meninggi.
Aku kok di dalam kamar? Harusnya depan TV! tanyaku nge-gas kepada ayah dan ibu yang lagi sarapan.
Lah iya, memang depan TV sama adek, ketiduran. Makanya ayah angkat ke kamar. Histeris gitu? ucap beliau.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News