
“Tema gaji menarik karena kebutuhan di urban seperti kota Jakarta yang serba mahal (relatif). Di satu sisi lainnya fresh graduate merupakan entry level sehingga ada keyakinan bahwa fresh graduate dari UI selevel master dari luar UI, luar Jakarta, atau luar Jawa secara luas,” jelasnya.
Sementara, selama ini, dalam proses seleksi karyawan, gaji menjadi isu sensitif atau tabu untuk disampaikan ke ruang publik apalagi ke sesama kompetitor.
Namun, Irwansyah menjelaskan, tidak ada isu tabu atau sensitif bagi kaum milenial dalam bahasan apapun termasuk soal gaji. Hal itu karena karakter milenial yang secara sukarela membuka privasinya dalam media sosial.
Embel-embel Lulusan UI
Tak hanya menyoal gaji, unggahan yang menyebut lulusan UI memberikan sentimen tersendiri.
Menurut Irwansyah, biasanya, lulusan UI yang berprestasi dan berkompetensi baik, memiliki keinginan bekerja di perusahaan multinasional atau bekerja di luar negeri.
Sementara bagi mahasiswa UI yang pintar secara akademik, cenderung mengikuti dosen sebagai tenaga akademik. Sehingga, Irwansyah menjelaskan, tulisan mengeluhkan gaji Rp 8 juta itu tidak bisa dijadikan sebagai indeks karakter mahasiswa UI.
“Ini lebih kepada karakter personal yang muncul di media sosial yang merupakan ekstensi dia dari ruang analog,” katanya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News