
Hanya sebagian kecil kasus yang pelaku kekerasan fisik dan/atau psikis tidak dikenal korban.
"Pelaku cukup variatif, mulai dari teman, keluarga, tetangga, kenalan, orang tua, oknum pendidik dan tenaga kependidikan, hingga oknum aparat yang dikenal korban," katanya.
Dari sisi lokasi, kasus kekerasan fisik dan/atau psikis pada anak terjadi paling banyak di lima wilayah, yaitu Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Banten, dan Sumatera Utara.
BACA JUGA: Emas Tetap Seksi saat Pandemi, Harganya Nggak Bikin Rugi
Lebih lanjut, Susanto memaparkan faktor yang melatarbelakangi kasus tersebut cukup beragam.
Mulai dari pengaruh negatif teknologi dan informasi, permisfitas lingkungan sosial budaya, hingga lemahnya kualitas pengasuhan.
BACA JUGA: Kekerasan Seksual Menggila, NasDem Buka Posko di 34 Provinsi
"Faktor lain yang menyebabkan kekerasan fisik dan/atau psikis kepada anak adalah kemiskinan keluarga, tingginya angka pengangguran, hingga kondisi tempat tinggal yang tak ramah anak," paparnya. (*)
Simak video berikut ini:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News