
Kepada media Prancis Le Point Ren Zhengfei mengatakan bahwa sistem operasi Hong Meng sedari awal dipersiapkan untuk keperluan yang lebih luas daripada smartphone, Hong Meng dipersiapkan untuk IoT (Internet of Things).
Smartphone hanyalah salah satu bagian dari IoT, yang akan terhubung dengan bagian lainnya seperti mobil otomatis, rumah pintar, dan jam pintar.
Pada 3 juli 2019, Ren Zhengfei mengatakan bahwa Huawei tidak tidak pernah berharap akan menerapkan Hongmeng pada smartphone mereka, namun bila larangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump masih berlangsung maka Huawei akan melakukannya.
Pernyataan CEO Huawei ini sesuai dengan apa yang terjadi pada pertemuan negara-negara G20, Trump mengumumkan bahwa dia mengizinkan perusahaan AS, termasuk Google sebagai pemilik Android, untuk kembali meneruskan kerja sama mereka dengan Huawei, seperti dilansir dari The Verge.
Dua minggu kemudian, Departemen Perdagangan Amerika Serikat akhirnya memberi tahu tindakan yang akan mereka ambil untuk mewujudkan kebijakan Trump yang diumumkan di Osaka, tanpa melanggar larangan berbisnis dengan Huawei yang namanya masih berada dalam daftar hitam entitas yang dilarang pemerintah AS karena dinilai mengancam keamanan mereka.
Departemen Perdagangan AS pada tanggal 11 Juli 2019 mengumumkan bahwa perusahaan AS boleh melanjutkan usaha mereka memasok suku cadang dan teknologi ke Huawei, selama itu tidak menyangkut ke masalah keamanan nasional yang besar.
Namun Departemen Perdagangan menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan bisa kembali menyuplai Huawei dengan teknologi yang disetujui setelah mereka mendapatkan lisensi dari Departemen Perdagangan.
Satu minggu kemudian Senior Vice President Huawei menegaskan pernyataan Ren Zhengfei bahwa Hongmeng tidak akan diterapkan pada smartphone Huawei tanpa memberi keterangan lebih lanjut mengenai apakah ada pengganti bagi Hongmeng untuk dipasang di smartphone Huawei.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News