
GenPI.co - Peneliti Center for Prehistoric and Austronesian Studies (CPAS) Truman Simanjuntak menegaskan bahwa membangun Ibu Kota Negara (IKN) Baru tak boleh berangkat dari masa kekinian.
Pasalnya, jika dibangun berangkat dari masa kekinian, IKN Baru akan kehilangan pijakan.
“IKN Baru yang hendak dibangun sebaiknya berangkat dari kelampauan,” ujarnya dalam diskusi daring “Rona Awal Peradaban di Ibu Kota Negara”, Senin (1/11).
BACA JUGA: Tarif Tes PCR Seharusnya Dimonopoli Negara, Bukan Swasta
Menurut Truman, ada nilai-nilai yang sudah eksis di masa lampau yang kemudian dibawa ke kehidupan saat ini.
“Nilai-nilai itu pasti akan diproyeksikan ke masa depan. Ini sebuah visi yang berangkat dari kelampauan,” ungkapnya.
BACA JUGA: Tak Hanya Wilayah, Ibu Kota Negara Baru Bangun Peradaban
Truman mengatakan bahwa pola pikir kelampauan perlu diperhatikan dengan serius. Pasalnya, IKN Baru akan terus berkembang hingga waktu di masa mendatang.
“Mulai dari dibangun dan dibuka, IKN akan terus berkembang selama negara masih ada. Tak akan pernah berhenti perkembangannya,” katanya.
BACA JUGA: Ada Masalah Budaya dalam Pembangunan Ibu Kota Negara Baru
Lebih lanjut, akademisi itu memaparkan bahwa wilayah IKN Baru akan mencangkup dua wilayah kecamatan dan dua wilayah kabupaten.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News