
GenPI.co - Ketua II Asosiasi Museum Indonesia (AMI) pusat Yiyok T. Herlambang memaparkan strategi bertahan museum di DKI Jakarta menghadapi pandemi covid-19.
Menurut Yiyok, museum-museum menerapkan strategi berinovasi, beradaptasi, dan berkolaborasi.
"Teman-teman museum DKI ini melakukan inovasi dengan mengganti platform gelaran dalam bentuk daring," ujarnya kepada wartawan saat menghadiri Pameran Tokoh Pers di Balik Sumpah Pemuda di M Bloc Space, Jumat (22/10).
BACA JUGA: Begini Strategi Museum Narasikan Koleksi ke Pengunjung
Yiyok mengatakan bahwa selama pandemi, museum-museum di DKI Jakarta rutin mengadakan virtual tour tiap Sabtu dan Minggu.
"Virtual tour tersebut dilaksanakan via laman resmi masing-masing museum," katanya.
BACA JUGA: Museum Jakarta Boleh Buka, Pengelola Langsung Bergerak
Pameran museum daring tentu membuat semua orang bisa berkunjung ke museum cukup dari rumah saja.
"Para pengunjung yang semula masuknya luring, sekarang jadi daring. Jadi, anak-anak, mahasiswa, pelajar, keluarga, semua kunjungan bisa dari rumah," katanya.
BACA JUGA: Pengamat Beberkan Keuntungan Capres Dekat Dengan Presiden Jokowi
Menurut Yiyok, peralihan pameran museum dari luring ke daring mendapatkan apresiasi yang baik dari masyarakat.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News