
“Kalau tidak mendapatkan sertifikat UNESCO, tidak bermain kelas Dunia. Apabila dapat sertifikat itu maka akan mudah menjualnya,” kata Menpar.
Saat ini Kementerian PUPR telah membangun masterplan yang lebih fokus membangun insfratruktur, dan akan digabung dengan tourism masterplan yang dikerjakan Badan Otoritas Borobudur (BOB), termasuk Semarang.
Terkait peluang untuk diakui UNESCO, Menpar mengemukakan peluangnya cukup besar.
“Kondisi obyektifnya memenuhi syarat. Saya sudah cukup lama juga ikut serta mengelola Kota Tua Jakarta. Kotanya [Kota Lama Semarang] sudah bagus,” kata Arief.
Tonton juga video ini:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News