
Semula, PAI ternyata menggunakan platform chat WhatsApp, tetapi diubah demi menjaga privasi para anggota.
"Banyak orang autistik yang tak ingin informasi pribadinya ketahuan, apalagi jika ada nomor orang iseng yang masuk grup WhatsApp hanya untuk mengeksploitasi orang autistik," tuturnya.
Kini, anggota tetap Komunitas PAI di Discord ada sekitar 36 orang.
BACA JUGA: Geprek Bawang Putih Tunggal Khasiatnya Mencengangkan, Siap Goyang
Lala mengaku kaget dan kagum dengan anggota PAI yang ternyata banyak berlatar belakang ilmu psikologi.
"Banyak yang mereka baru benar-benar paham tentang autisme setelah mempelajari ilmu psikologi. Namun, kesadaran kami tumbuh dari lingkungan sekitar serta berita-berita di sosial media," ungkapnya.
BACA JUGA: Air Rebusan Putri Malu Bikin Pria Makin Dahsyat, Istri Bahagia
Terkait kegiatan, anggota PAI rutin mengadakan support group tiap Jumat serta chat video untuk nongkrong dan urusan administrasi pada Sabtu.
"Support group itu lebih ke berbagi pengalaman yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama terapis Kak Monic," tuturnya.
BACA JUGA: Kocok Alpukat Campur Madu Khasiatnya Dahsyat, Bikin Terbelalak
Selain kegiatan internal, PAI juga rutin menyebarkan informasi terkait autisme di sosial media resmi komunitas.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News