Yogyakarta Anggarkan Rp 7 M Aktifkan Selter Akibat RS Penuh

Yogyakarta Anggarkan Rp 7 M Aktifkan Selter Akibat RS Penuh - GenPI.co
Sejumlah pengendara sepeda onthel melintas di perempatan Kantor Pos Besar Yogyakarta, Minggu (5/8/2007). (FOTO: ANTARA/Regina Safria/nz/07)

GenPI.co - Pemda DIY meminta pemerintah daerah kabupaten dan kota untuk mengoptimalkan fungsi selter. Anggaran Rp 7 miliar dikucurkan guna selter tersebut.

Sekda DIY, Baskara Aji mengatakan selter perlu dilakukan karena menumpuknya pasien Covid-19 di 27 rumah sakit rujukan hingga Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur sudah di atas 90 persen tiap harinya.

"Kita melakukan filtering, untuk mereka yang terpapar Covid-19 dan membaik atau tidak terlalu membutuhkan layanan rumah sakit, maka kemudian ditampung di rumah sakit lapangan maupun selter-selter di desa maupun yang yang disediakan kabupaten/kota," ujar Baskara Aji, dilansir dari Ayoyogya.

BACA JUGA:  Pemkot Yogyakarta Sekat Ruas Jalan, Lampu Taman Dimatikan

Lebih lanjut, kata Baskara Aji, pemanfaatan selter di desa dan kabupaten/kota secara optimal diharapkan bisa mengurangi beban rumah sakit rujukan dalam menangani pasien positif Covid-19.

Dengan demikian, BOR di rumah sakit bisa berkurang. Selter-selter yang berada di kabupaten/kota dan desa tersebut juga menampung sebagian pasien Covid-19 yang tidak bisa isolasi mandiri (isoman) di rumah.

BACA JUGA:  Covid Harian di DIY Tembus 1.615 Kasus, Epidemiolog: Belum Puncak

Sebab tidak semua rumah memenuhi syarat untuk dijadikan tempat isoman.

Pengelolaan selter dilakukan melalui kerja sama Pemda DIY, kabupaten/kota, dan desa.

BACA JUGA:  Kian Mengkhawatirkan, Muhammadiyah Minta Jokowi Lakukan Ini

Pemda mengucurkan anggaran sekitar Rp7 miliar untuk permakanan di selter-selter.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Berita Sebelumnya
Berita Selanjutnya