GenPI.co - Aktivitas melakukan masturb*si bagi pria dan wanita ternyata masih menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.
Mungkin bagi orang yang melek soal pengetahuan se*sual, masturbasi bisa menjadi kebutuhan untuk mengeksplorasi kebutuhan se*s.
Namun, bagi orang yang masih memegang teguh adat atau spiritual, masturb*si merupakan suatu perselingkuhan terhadap pasangan dan dianggap tabu untuk dilakukan baik pria atau wanita.
Melihat perdebatan tersebut, masturb*si sebenarnya merupakan hal yang umum dilakukan orang-orang.
Tak sedikit orang bahkan melakukan masturb*si secara rutin dengan frekuensi yang berbeda-beda.
Selain itu, kebanyakan orang mulai melakukan masturb*si sejak remaja. Mereka yang melakukan itu awalnya penasaran dan akhirnya bisa merasakan kenikmatan saat masturb*si.
Perlu diketahui, bahwa pria lebih sering melakukan masturb*si jika dibandingkan dengan wanita.
Di sisi lain, masturb*si sebenarnya dapat memberikan banyak manfaat. Salah satunya menjadi alternatif yang aman untuk menghindari penularan infeksi menular se*sual.
Sementara itu, untuk orang yang tidak memiliki pasangan, masturb*si dapat membantu mempertahankan fungsi dan ekspresi se*sualnya.
Setelah menikah, masturb*si ternyata bisa menjadi kesempatan untuk mengeksplore saat foreplay sebelum melakukan penetr*si dalam hubungan se*s.
Tak hanya itu, masturb*si dapat membantu wanita untuk bersiap-siap akan efek menopause, kebiasaan ini bisa membantu wanita untuk tetap aktif secara se*sual.
Masturb*si juga bisa membawa manfaat pada pria, yakni dapat melindungi serabut saraf dan pembuluh darah yang bertanggung jawab dalam fungsi ere*si.
Namun yang menjadi pertanyaan bagi banyak orang, apakah melakukan masturb*si setelah menikah normal?
Pasalnya, banyak yang berpikir bahwa masturb*si tidak lagi perlu dilakukan setelah menikah, karena bisa langsung melampiaskan kepada suami atau istri.
Faktanya, banyak orang yang sudah menikah tetap melakukan masturb*si. Hal inilah yang biasanya memunculkan kekhawatiran tersendiri bagi para pasangannya.
Faktor lain yang dikhawatirkan bahwa suami atau istri yang senang melakukan masturb*si, yakni melihat se*s hanya sebagai kegiatan fisik, bukan sebagai ekspresi keintiman terhadap pasangan.
Apalagi, pria lebih mudah terobsesi dengan masturb*si dan bisa saja beralih dari hubungan se*s akhirnya kecanduan melepaskan hasrat se*sualnya melalui masturb*si.
Perlu diketahui, bahwa masturb*si setelah menikah merupakan hal yang normal. Kebiasaan ini juga tidak dihitung sebagai perselingkuhan.
Menurut penelitian dalam jurnal Archives Of Sexual Behavior, bahwa orang-orang yang lebih sering melakukan masturb*si memiliki tingkat kepuasan se*s yang lebih tinggi.
Selain itu, menurut Michael Shelton MS, LPC, terapi se*s di Joseph J. Peters Institute, AS, seperti dikutip dari Psychology Today, bahwa masturb*si setelah menikah dapat mendukung kesehatan se*sual dalam hubungan.
Namun perlu diingat, bahwa masturb*si tidak benar-benar mengambil alih hubungan se*sual suami-istri itu sendiri.
Selama masturb*si tidak mengganggu kegiatan se*sual suami istri, hal itu tetaplah normal dan bisa diperlukan sebagai pelengkap hubungan se*s.
Akan tetapi, jika masturbasi memengaruhi hubungan se*s atau membuat kecanduan, hal tersebut harus segera dihentikan. (HelloSehat)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News