Melihat Pesona Masin Lulik NTT, Kamu Wajib Lakukan Ini!

24 April 2019 05:24

GenPI.co— Nusa Tenggara Timur menyimpan sejumlah destinasi yang ciamik, salah satunya adalah Masin Lulik.

Masin Lulik hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar 20 menit dari Betun, Malaka, Nusa Tenggara Timur. Destinasi ini ada di Desa Litamali, Kobalima.

Berada dalam kawasan Cagar Alam Maubesi, Masin Lulik menjadi salah satu primadona wisatawan yang berkunjung ke NTT.

Kawasan ini memiliki dua kawah besar yang masih aktif. Dua kawah dengan beragam mitos yang menyertainya. 

Baca juga: Batik Karimun Sarat Makna, Kamu Pilih yang Mana?

Gunungan kawahnya setinggi 30 meter, dengan diameter selebar 2-3 meter. Uniknya, dua lubang kawah itu meletupkan material berbeda. 

Kawah pertama meletupkan material garam, lainnya mengeluarkan minyak bumi. Jarak antar bibir kawah sekitar 500 meter.

“Destinasi ini sangat unik. Bukan saja alam sekitarnya yang eksotis, ada dua lubang kawah dengan kandungan materi yang berbeda tentu sangat langka,” kata Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani, Selasa (23/4).

Mengacu bahasa Tetum, Masin Lulik artinya garam yang keramat. Spot ini diyakini sudah eksis dari ribuan tahun silam. 

Mitos berkembang terkait keberadaan destinasi tersebut. Masin Lulik dipercaya sebagai tempat arwah.

Oleh karenanya, masyarakat sekitar kerap melakukan ritual adat di kawasan Masin Lulik. 

Ricky mengatakan, nuansa mistik Masin Lulik semakin membuat destinasi itu terlihat eksotis.

“Kepercayaan masyarakat setempat memang demikian. Semua tentu harus dihormati. Tradisi adat juga masih dijalankan secara rutin dan turun temurun,” kata Ricky.

Menjaga kesakralan Masin Lulik, ada beberapa peraturan yang wajib dijalankan wisatawan. Setiap pengunjung Masin Lulik diwajibkan melepaskan alas kakinya. 

Alas kaki pun sudah harus dilepas begitu masuk ke areal terbuka Masin Lulik. Lebih penting, pengunjung tidak diperkenankan berkata kotor selama berada dalam kawasan Masin Lulik.

Ritual lain yang harus ditaati juga, adalah menggantung ranting. Pengunjung diwajibkan menggantung beberapa ranting kayu pada pohon, dalam kawasan Masin Lulik. 

“Kami merekomendasikan Masin Lulik sebagai destinasi wajib dikunjungi. Keunikan alam menyatu dengan tradisi yang hidup secara turun temurun,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya. 

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Linda Teti Cordina

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co