Sensasi Berkuda di Desa Wisata Ekang

23 April 2019 14:56

GenPi.co - Desa Wisata Ekang menyediakan wisata bekuda. Masyarakat Bintan dan sekitar tak perlu jauh-jauh lagi untuk berlibur sambil menikmati pengalaman menunggang kuda.

Desa Wisata Ekang, sebuah destinasi baru yang ada di Desa Ekang Anculai, Lagoi. Berbagai hal menarik dihadirkan di sini.  Anda dapat membawa si kecil untuk mengenal hewan yang dikenal dengan ketangguhannya sekaligus belajar menungganginya. Tentunya hal ini akan menjadi pengalaman yang berkesan bagi si kecil.

Pada saat ini Desa Wisata Ekang memiliki tiga ekor kuda. Masing-masing dari mereka memiliki nama yakni Frozzy, Pangeran dan Jinggo. Ketiganya milik pengelola Desa Wisata Ekang, I Wayan Mestika.

Seseorang yang masih awam dan belum punya pengalaman kemungkinan akan ragu dan takut sehingga menyakiti kuda atau kuda tersebut bakal bergerak ketika ia dalam proses menaikinya. Tidak perlu khawatir, karena Desa Wisata Ekang memiliki seorang pemandu kuda (Riding Boy) yang sudah berpengalaman bernama Yanto.

Baca juga: Ini Wisata Air di Kabupaten Asahan yang Seru!

“Untuk berkuda saya sudah belajar dari kecil hingga sekarang. Ini saya dapatkan dari keluarga yang juga suka dengan kuda. Jadi, tidak perlu takut.” tungkas Yanto.

Untuk menaiki salah satu dari mereka, pengunjung perlu membayar Rp 50 Ribu di meja registrasi yang letaknya tidak jauh dari restoran. Dengan harga semurah itu, penunggang akan dibawa berkeliling dua kali putaran di area yang sudah disediakan.

Menurut Yanto, hal terpenting yang harus diperhatikan saat menunggang kuda adalah mengenai keselamatan. “Keselamatan perlu diperhatikan karena mengandung resiko.” ucapnya. Misalnya menggunakan helm sebagai pelindung kepala.

“Saat naik itu harus satu nafas. Jadi, kuda pun nyaman dengan sekali gerakan. Kalau mau belok kanan tarik tali yang sebelah kanan, begitu juga dengan belok kiri. Tarik tali yang kiri. Sedangkan untuk berhenti, tarik tali kedua-duanya.” jelas Yanto saat memandu.

Selain itu, butuh keseimbangan saat berada di atas kuda. Pengunjung yang belum terbiasa akan dibawa berjalan terlebih dahulu.

Selain menunggang secara perorangan, kuda-kuda ini digunakan juga untuk menarik andong di Desa Wisata Ekang. Mereka akan dikeluarkan Yanto dari kandang sejak pukul 09.00 Wib hingga jam 17.00 Wib.


Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Cahaya

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co