GenPI.co - Pernah gak traveler naik perahu di atas air yang berwarna hitam? Saking hitamnya sampai memantulkan bayangan dengan jelas sekali. Mainlah ke Taman Nasional Sebangau di Kalimantan Tengah.
Pada tahun 1995 Sebangau menjadi tempat pembalakan hutan liar yang mengakibatkan 85 persen hutannya menjadi rusak. Hutan yang rusak ini membutuhkan waktu beberapa abad untuk kembali keadaannya semula seperti sebelum terjadi pembalakan. Namun itu bukanlah musibah pertama yang menimpa Sebangau.
Sebelum menjadi Taman Nasional seperti sekarang, wilayah Sebangau menjadi tempat konsesi penebangan pohon yang sangat parah yang terjadi antara 1980 sampai 1995. Bahkan pada tahun 1997, 730.000 hektar lahan gambut di Kalimantan Tengah termasuk di Sebangau terbakar. Kebakaran hebat ini berperan pada terjadinya musibah asap kabut internasional yang menimpa Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Baca juga: Pulau Terkulai Nan Indah di Kepri
Apakah semua malapetaka itu yang menyebabkan Sebangau berduka dan membuat dirinya menghitam? Tidak. Walaupun kisahnya sangat tragis namun bukan serangkaian musibah itu yang membuat Sebangau memiliki air bewarna hitam.
Tumbuhan lahan gambut menghasilkan zat bernama tanin sebagai bentuk pertahanan diri yang membuat daun dan buah terasa pahit. Rasa pahit ini membuat buah dan daunnya dijauhi oleh hewan pemakan pemakan tumbuhan. Jumlah Tanin yang terlalu banyak di dalam air yang menyebabkan air sungai Koran di Sebangau bewarna hitam. Air penuh tanin ini akan terasa kesat pahit bila tertelan.
Kini Sebangau yang memiliki luas 568.700 hektar hutan gambut tropis telah menjadi Taman Nasional ke-50. Penetapan ini terjadi pada tahun 2004 melalui SK Menhut no. 423. Letaknya berada di antara Sungai Katingan dan Sungai Sebangau di Kalimantan Tengah.
Sebangau adalah tempat yang istimewa. Bukan hanya karena sejarahnya namun karena kekayaan flora dan faunanya. Sebangau adalah tumah terbesar di dunia bagi komunitas Orangutan terbesar di alam bebas. Jumlahnya mencapai 6.910 ekor pada tahun 2003, yang terbanyak di dunia.
Selain Orangutan, Sebangau juga habitat bagi hewan langka lainnya. Siamang atau Owa Ungko berjumlah 10.000 ekor namun populasinya terus menurun. Juga ada Beruang Madu Melayu yang tersebar dari Indocina sampai Sumatra dan Kalimantan namun terancam punah.
Burung-burung besar juga meramaikan Sebangau dan diantaranya terancam, seperti Punai Besar atau Treron capellei, Bangau Hutan Rawa (Ciconia stormi), dan Bangau Tongtong (Leptoptilus javanicus) dapat ditemukan di Sebangau.
Tertarik ke Sebangau?
Traveler bisa menyewa perahu dari dermaga di desa Kereng Bangkirai untuk berkeliling Taman Nasional Sebangau. Menyusuri sungai hitam sambil mengamati berbagai burung yang berterbangan. esa Kereng Bangkirai dapat dicapai dari Palangkaraya atau dari Bandara Tjilik Riwut dalam waktu 23 menit perjalanan darat.
Yuk ke Sebangau!
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News